Asyiknya Nimakti Pemandangan Sunset Di Pantai Selatan Yogyakarta

Asyiknya Nimakti Pemandangan Sunset Di Pantai Selatan Yogyakarta

Asyiknya Nimakti Pemandangan Sunset Di Pantai Selatan Yogyakarta

Travel World – Berbagai cara dapat dilakukan apabila ingin menikmati keindahan di pantai Selatan Yogyakarta. Salah satunya bisa dilihat dari Shoka Bukit Senja, di Dusun Gabug, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari.

Selama mata ingin bebas memandang, keindahan pantai di Kabupaten Bantul itu bisa dinikmati lewat ketinggian. Terlebih lagi pada saat di sore hari dan cuaca yang mendukung untuk melihat matahari yang ingin tenggelam pergantian waktu menjadi malam.

Untuk mencapai lokasi jika dari arah Yogyakarta, bisa melalui pantai Parangtritis naik ke arah Gunungkidul. Jika dari arah kota Wonosari, sejauh 28 KM ke arah selatan melewati jalur jalan lintas selatan. Sesampainya di area parkir paralayang Watugupit, pengunjung akan menemui penujuk jalan menuju spot tersebut.

Jarak dari jalan raya menuju spot itu berjarak 500 meter dengan kondisi jalan yang terbuat dari cor semen. Belum banyak fasilitas yang ada di lokasi, hanya ada dua gazebo, dan beberapa kursi yang disediakan untuk menyaksikan hamparan pantai selatan. Untuk lahan parkir sudah tersedia hanya cukup membayar Rp 3000, dan tak perlu membayar untuk masuk ke lahan tersebut.

Pemilik lahan membuka warung sederhana dengan berbagai makanan tradisional seperti gorengan, kopi, dan sejumlah minuman kemasan. Suasana tenang dipadu hembusan angin laut menambah kenyamanan pengunjung.

“Lumayan tenang suasana disini. Setelah seminggu rutinitas di kantor, sekarang bisa menikmati sunset, sambil minum teh hangat dan gorengan,” kata salah seorang wisatawan Dito kepada wartawan Minggu (2/12/2018).

Pemilik lahan, Evi Andriyani (27) mengatakan, lahan tersebut awalnya merupakan lokasi yang tidak dimanfaatkan. Setelah dirinya melihat potensi dikembangkan untuk melihat sunset, lalu lahan dibersihkan.

“Baru sebulan dibuka, lahan ini milik pribadi, dulunya di sini itu alas (lahan) yang isinya tumbuhan untuk pakan ternak dan batu-batuan itu. Tapi karena banyak yang bilang pemandangan di belakang alas bagus saya sama saudara coba membersihkannya,” ucapnya

“Bersih-bersih dan membangun ini dua tahunan, lama memang karena masih manual,” katanya. Setelah dibersihkan, dirinya memasang beberapa meja dan lampu untuk pengunjung.

Tak hanya itu, menyediakan hammock untuk beristirahat para wisatawan. Diakuinya banyak para wisatawan yang ingin menikmati sunset dari puncak tersebut.

“Tidak ada biaya untuk masuk hanya parkir. Bukanya pagi sampai tamu pulang, biasanya malam sampai isya, pokoknya habis tamunya baru tutup,” ujarnya

“Di laut itu kalau malam kan banyak lampu yang berasal dari kapal-kapal yang lewat mas,” ucapnya.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)