bukit kasih

Bukit Kasih Dimana Seluruh Umat Beragama di Indonesia Beribadah Berdampingan

Bukit Kasih Dimana Seluruh Umat Beragama di Indonesia Beribadah Berdampingan

Trending Travelling – Mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia tentu tak akan membosankan dengan berbagai keragaman dan tentunya dengan berbagai keunikannya masing – masing. Banyan wisatawan asing yang berdatangan ke Indonesia untuk melihat keindahan yang ada di Indonesia.

Salah satu destinasi wisata yang patut di kunjungui merupakan destinasi wisata religi yang terletak di SUlawesi Utara ini. Wisata ini terletak di 50 km sebelah selatan kota Manado tepatnya di Desa Kanonang, Kabupaten Minahasa.

Wisata religi yang satu ini bernama Bukit Kasih. Bukit Kasoh ini merupakan bukit belerang yang masih aktif dan memiliki atmosfer yang dingin. Objek wisata religi yang satu ini sudah di bangun pada tahun 2001 sebagai pusat spiritual diamana penganut agama dari beberapa agama dapat berkumpul bersama, bermeditasi, dan beribadah secara berdampingan di bukit tropis yang sangat sejuk, rimbun, dan berkabut. Pemandangan yang ada pun masih hijau dan alami.

Wisata religi yang satu ini diberi nama dengan Bukit Kasih dikarenakan di tempat tersbeutlah masyarakat dari seluruh agama yang diakui Indonesia dapat berkumpul dan bedoa sesuai dengan kepercayaannya masigg – masing dalam kebersamaan dan kedamaian.

Di Bukit Kasih ini sendiri terdapat 5 tempat ibadah, yakni Gereja Katholik, Gereja Kristen,Vihara,Masjid dan Kuil Hindu yang dibangun di puncak kedua. Ketika memasuki pintu masuk Bukit Kasih ini, anda akan melihat Tugu Toleransi yang memiliki tinggi sekitar 22 meter. Di dalam tugu tersebut terdapat kutipan simbol dan kutipan dari masing – masing agama. Tugu yang satu ini merupakan monumen yang dibangun untuk mengingatkan kita akan toleransi dalam kehidupan beragama.

Terdapat salib putih setinggi 53 meter pada puncak pertama yang dapat ddilihat hingga ke Pantai Boulevard di Manado. Tempat yang satu ini diyakini juga sebagai tempat asal paraa nenek moyang suku minahasa, Toar atau Limimut. Wajah mereka pun diukir di lereng bukit di bawah puncak kedua dengan tujuan supaya para nenek moyang tak dilupakan begitu saja.

Untuk mencapai puncak ini sendiri anda dapat menaikki anak tangga yang cukup banyak dan di beberpa titik dalam menaiki anak tangga tersebut anda juga dapat melihat kolam belerang di kanan maupun kiri. Ketika sudah di puncak, anda dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah dan anda juga dapat menyaksikan secar alebih dekat kelima rumh ibadah yang ada di puncak ini.

Baca Juga :

Please follow and like us:
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)