Datang Ke Jember, Jangan Lupa Cobain Mi Rasa Buah Dan Sayuran

Datang Ke Jember, Jangan Lupa Cobain Mi Rasa Buah Dan Sayuran

Datang Ke Jember, Jangan Lupa Cobain Mi Rasa Buah Dan Sayuran

Kuliner – Suka makan mie instant? Maka perlu ni nyobaik mi instant yang diproduksi oleh Heru Setiyo Wicaksono. Mi tersebut ia beri laber “Nyaman” ini ternyata pembuatannya berbahan baku berupa sayuran dan buah dan pastinya pun sama sekali tak dicampurkan pengawet ataupun penyedap rasa.

Dengan mengunakan bahan baku berupa sayur dan buah, pastinua mi ini aman dikonsumsi oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Terdapat 4 jenis rasa mi, yaitu buah naga, sayur katu, wortel dan bayam.

Meskipun berbahan sayur dan buah, soal rasa tak perlu diragukan lagi deeh. Mi ini tentu memiliki rasa yang khas, antara buah dan sayur. “Karena menggunakan sayur dan buah, sangat terasa buah dan sayurnya. Jadi rasa buahnya tidak hilang, ini kelebihannya juga,” ungkap Heru, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu, bumbu mi instan ini berbahan baku dari jamur dan rempah- rempah. “Saya sengaja memilih jamur, biar aman untuk dikonsumsi. Jadi, sama sekali ini tidak menggunakan penyedap dan penguat rasa,” katanya.

Heru menjelaskan, usaha mi tersebut digelutinya sejak tahun 2016. “Awalnya saya usaha buat mi pangsit, tetapi kok enggak berkembang, apa mungkin karena terlalu banyak saingannya, jadi saya berpikir begitu pada waktu itu,” katanya.

Akhirnya, lanjut Heru, dirinya memberanikan diri membuat terobosan, dengan membuat mi dengan bahan baku sayur dan buah.

“Ide awalnya berangkat karena ingin buat makanan yang sehat, berbahan baku sayur dan buah, serta menyehatkan. Akhirnya, nyoba buat mi dari bahan buah dan sayur ini,” ucapnya.

Mi tersebut tidak dipasarkan secara luas, namun Heru mencoba menawarkan kepada saudara dan teman- temannya.

“Alhamdulillah, responnya waktu itu sangat bagus, dan banyak yang cocok dengan mi buatan saya ini,” katanya.

Akhirnya, Heru memberanikan diri untuk memasarkan mi tersebut secara online. “Saya manfaatkan media sosial yang ada, dan ternyata permintaan cukup banyak,” katanya. Saat membuka usaha tersebut, Heru hanya memiliki modal Rp 400.000.

“Saya ingat betul, uang Rp 400 ribu itu saya dapatkan ketika saya usai pelatihan di Surabaya. Dari modal itu, saya kemudian memberanikan diri keluar dari tenaga kontrak Humas Pemkab Jember, dan memulai usaha ini,” kenangnya.

Saat ini, pelanggan Heru berasal dari luar kota Jember, seperti Kabupaten Gresik, Purwokerto, Malang, Bandung, Medan dan Kalimantan. “Alhamdulillah, sudah mulai dikenal luas,” tambah dia.

Saat ini, dalam satu bulan, omset yang didapat heru dari berjualan mi tersebut bisa mencapai Rp 30 juta. “Dalam satu bulan, kira-kira ada 5500 bungkus yang saya kirim ke pelanggan di luar kota,” katanya.

Saat ini, Heru mengaku ingin terus mengembangkan usahanya tersebut. “Saya ingin punya pabrik, sebab jumlah karyawan semakin bertambah. Ini masih cari tambahan modal,” tutupnya.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)