Demi Jadi Selebgram, Wanita Ini Rela Berutang 152 Juta

Demi Jadi Selebgram, Wanita Ini Rela Berutang 152 Juta

Demi Jadi Selebgram, Wanita Ini Rela Berutang 152 Juta

Selebgram – Wanita bernama Lissette Calveiro ini rela menghabiskan uang banyak hanya untuk mendapatkan foto di Instagram lebih sempurna. Bahkan wanita yang diketahui berusia 29 tahun tersebut sampai memiliki utang sebanyak USD 10 ribu atau sekitar 152 juta supaya dirinya bisa terkenal di sosal media, Instagram.

Dikutip dari Business Insider, Calveiro memberitahukan jika uang yang ia pinjam itu ia gunakan untuk memberli tas bermerk terkenal, baju-baju mahal dan pergi liburan menuju tempat yang berkelas. Padahal gaji yang diterima di tempat ia bekerja tidak lah banyak.

Calveiro juga mengakui, jika semua barang-barang yang ia beli sekedar menunjukan hasil foto Instagram yang bagus. Tujuannya melakukan hal itu, ia ingin menunjukan jika hidupnya terasa mewah, namun kenyataannya tidak.

“Saya hidup dalam kebohongan,” ujarnya. “Saya terbelit utang.” Ia juga mengaku bahwa kebanyakan perjalanan wisata yang ia lakukan sepenuhnya untuk Instagram.

Calveiro mengungkapkan kepada New York Post bahwa tidak ada yang membicarakan tentang masalah keuangan di Instagram. “Padahal uang itu bisa saya menginvestasi untuk hal lain,” tambahnya.

Instagram memang dikatakan telah menciptakan generasi yang konsumtif yang terobsesi dengan menciptakan kehidupan yang sempurna. Lebih parahnya lagi, sebagian rela menghabiskan uang mereka untuk menciptakan ilusi tersebut.

Bagi sejumlah anak muda, Instagram terbukti bisa menjadi sumber penghasilan mereka. Sejumlah influencer yang sukses bisa menghasilkan jutaan rupiah per foto yang mereka unggah dan bahkan lebih populer dibandingkan selebriti. Namun bagi sebagian lainnya, gaya hidup ini bisa merusak keuangan mereka.

Keinginan untuk menampilkan gaya hidup yang sempurna tak hanya membuat sejumlah pengguna Instagram terlilit utang, hal ini juga menimbulkan isu yang lebih luas.

Royal Society for Public Health (RSPH) dari Inggris baru saja menamakan Instagram sebagai aplikasi media sosial yang paling buruk untuk kesehatan mental.

Hasil penelitian terhadap remaja dan anak muda berusia 14 sampai 24 tahun di Inggris menunjukkan bahwa kaum muda cenderung mengasosiasikan Instagram dengan kesehatan mental yang kurang baik, perasaan tidak mampu, dan rasa cemas.

“Media sosial digambarkan lebih adiktif dibandingkan rokok dan alcohol, dan sekarang begitu mengakar pada kehidupan anak muda. Sudah tidak mungkin untuk mengabaikan media sosial saat berbicara tentang isu kesehatan mental anak muda,” jelas CEO RSPH Shirley Cramer.

Instagram bukan satu-satunya yang harus disalahkan. Obsesi terhadap foto yang indah dan menarik sudah ada bahkan sebelum aplikasi tersebut populer.

Namun, sebuah riset American Psychological Association yang sudah meneliti anak muda selama 40 tahun menemukan bahwa milenial lebih peduli tentang uang dan citra mereka dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

“Jumlah pelajar yang mengaku bahwa menjadi kaya sangat penting bagi mereka meningkat dari yang sebesar 45 persen oleh baby boomers, 70 persen oleh Generasi X, dan 75 persen oleh milenial,” jelas studi tersebut.

Please follow and like us:

Enjoy this blog? Please spread the word :)