pura besakih gunung agung bali

Gunung Agung Yang Sakral Dengan Induk Pura Dari Semua Pura di Bali

Gunung Agung Yang Sakral Dengan Induk Pura Dari Semua Pura di Bali

Trending Travelling – Mungkin Bali selama ini dikenal dengan keindahan alam yang dimiliknya terutama pantai. Namun sesungguhnya Bali memiliki banyak keindahan alam lainnya yang tak kalah menarik keindahanya dengan pantai yang ada di Bali.

Berdiri gagah di pesisir timur bali terdapat gunung tertinggi di Pulau Bali yakni Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem. Puncak dari gunung indah yang ada di Bali ini iketinggiannya 3.031 meter diatas permukaan laut. Keberadaan Gunung Agung ini pun memperngaruhi keadaan sekitarnya. Lereng gunung yang terletak di bagian Barat menangkap awan hujan yang membuat sisi Barat lebat dan subur sdangkan lereng Timur lebih kering dan tandus.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Gunung Agung merupakan tempat tinggal para Dewa dan gunug api yang masih aktif hingga kini ini sangat dihormati sebagai salah satu tempat yang sakral di Bali. Di Gunung Agung ini lah induk dari semua candi yang ada di Bali yang disebut dengan Pura Besakih. Jika anda ingin memasuki candi yang satu ini anda harus mendaki ratusan langkah terlebih dahulu sebelum mencapai gerbang utama. Namun tenag saja karena sudah dibangun tangga untuk memudahkan wanita untuk membawa tumpukan tinggi di kepala mereka untuk mencapai bait suci.

Disarankan adna mengunjungi tempt yang satu ini ketika ada perayaan Galungan untuk momen yang tepat dimana semua pintu masuk di pura akan didekorasi menggunakan tiang bambu, daun kelapa dan bunga yang tinggi. Dalam perayaan ini juga terdapat ratusan wanita yang akan berjejer rapi dengan kostum putih terbaik miliknya dan memaabwa buah serta bunga dengan berbagai warna.

Walau Gunung Agung mengilhami keadamaian dan ketenangan, setelah 100 tahun tertidur, pada tanggal 17 Maret 1963, gunung ini meletus dengan hebatnya dan memuntahkan abu dan material vulkanik dengan tinggi 8 hingga 10 meter ke udara. Lebih dari 100 orang meregang nyawa karean bencana hebat tersebut. Bahkan abunya hingga menyelimuti Kintamani selama berbulan – bulan. Namun ajaibnya abu membawa kesuburan dan ubi jalar dapat tumbuh lebih besar dari bahan vulkanik.

Baca Juga :

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)