Shendy Hidayatullah

Korban Begal Dibacok Dan Dibuang Ke Rumah Kosong Penduduk

Korban Begal Dibacok Dan Dibuang Ke Rumah Kosong Penduduk

Trending Viral – Shendy Hidayatullah telah menjadi korban begal di daerah Bekasi, Jawa barat. Ia telah dibacok dan dibuaang ke sebuah rumah kosong di Pondok Gede.

Shendy Hidayatullah (19) mengaku kejadian tersbeut terjadi di Jalan Unisma, Bekasi Timur, Bekasi, Kamis (25/10) pukul 01.00 WIB. Kejadian berawal dari dirinya yang hendak keluar dari kampus Unisma untuk membeli makanan.

“Awalnya mau keluar (kampus), beli makanan. Saya jalan (naik motor). Sampai warung di Pengasinan, saya beli, dapat barangnya semua. Ya sudah saya balik lagi (ke kampus). Pas balik lagi, tiba-tiba kok ada suara motor di belakang saya. VEGA R warna merah. Satu motor 3 orang. Saya diteriaki ‘woi anjing lo anjing lo, mati lo’. Nah itu saya sambil dibacok-bacokin. ada yang pukul pake benda tumpul ke kepala saya,” ujar Shendy ditemui di kediamannya, Jalan KH Mas Mansyur, Bekasi Timur, Jumat (26/10).

Ketika itu jugaa Shendy terjatuh dari motor dan terpental sejauh 5 meter. Tak menggasak motor Shendy, pelaku justru menunggu di persimpangan jalan.

“Saya akhirnya balik lagi ke motor saya yang (mesinnya) masih nyala. Saya putar balik. Pelaku itu ngejar saya lagi,” ujar Shendy.

Shendy sudah berteriak meminta tolong namun tak ada warga sekitar yang memberikan bantuan. Setelahnya Shendy mendengar teriakan seseorang berbunyi’begakl!’.

“Saya kira mau ngebantu, ternyata saya dituduh begal. Orang yang beda dari 3 orang awal (pelaku begal). Mereka dua orang, pakai motor Vario warna hitam. Pas dituduh gitu, saya lari dong (bawa motor),” ujar Shendy.

Ketika Shendy berhenti karena sedang lampu merah di traffic light Unisma, ia telah dipepet oleh mobil Ayla berwarna putih dan 4 orang di mobil tersbeut mengaku sebagai polisi.

“Saya dipukuli sama orang yang ngaku polisi. Terus saya dimasukin ke mobil. Saya posisinya setengah sujud, kepala saya dibawah, tangan saya dilakban, kepala saya itu didengkul (orang yang ngaku polisi),” ujar Shendy.

Di dalam mobil Shendy mendengar beberapa percakapan orang yang mengaku – ngaku sebagai aparat tersbeut.

“Mereka (salah satu orang) bilang ‘alhamdulillah kerja malam ini mendapatkan hasil. Dapat begal 1. Ya sudah lapor dulu ah ke atasan’. dia lapor ke atasannya ‘Dapat nih begal di Unisma, nanti kita bawa ke polres’ ujar Shendy mengikuti logat pelaku.

“Ciri-ciri orangnya (yang mengaku polisi) itu gemuk, umurnya 40an, terus botak (seperti) profesor gitu. Saya ditanya-tanya, ‘Benar gak mahasiswa?’ sampai saya kasih NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) saya, jurusan saya. Dia sempat nanya, ‘itu kok punggung kamu bolong gitu, kok berdarah, bau amis’. Saya jawab ‘Pak saya itu korban begal. Terus ditanya lagi ‘Jadi lu itu korban begal atau begal’. ‘saya itu korban pak’. Katanya nanti saya dibawa ke Polres Bekasi. Saya berani saja dong, kan saya benar,” ujar Shendy.

Namun kenyataannya Shendy justru dibawa ke sebuah rumah kosong di Pondok Gede, Bekasi dengan kondisi tangan terikat dan kepala dilakban Shendy masuk kesana.

“Dia (orang yang ngaku polisi) katanya mau balik ke Unisma mau ambil HP saya sama nanya teman-teman saya benar nggak saya itu mahasiswa Unisma. Sampai subuh, nggak ada kabar lagi mereka,” ujar Shendy.

“Saya berusaha membuka lakban. Pakai ludah, pakai lidah, saya liat paku, saya sangkutin, biar kebuka (lakban). Sampai mulut saya kebuka, itu saya lemes banget, soalnya nggak dikasih minum. Tangan masih diikat,” ujar Shendy.

Akhirnya Shendy meminta bantuan kepada warga sekitar dan menceritakan kronologisnya dan akhirnya Polsek Pondok Gede tiba di TKP dan membawa Shendy ke Polsek Bekasi Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Shendy juga mengatakan bahwa motor, dompet, SIM, dan STNK hilang.

Baca Juga :

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)