Nikmatnya Ngopi Di Kedai Legendaris Kong Djie, Kopi Khas Belitung

Nikmatnya Ngopi Di Kedai Legendaris Kong Djie, Kopi Khas Belitung

Nikmatnya Ngopi Di Kedai Legendaris Kong Djie, Kopi Khas Belitung

Kuliner – Kabupaten Belitung memang terkenal dengan kotanya tempat ngopi, terutama di daerah Timur yang ada kedai kopi bernama Kong Djie. c yang satu ini telah lama berdiri, sejak tahun 1943 dan cukup populer karena racikan kopi susunya.

Tepatnya di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung Timur jarang ditemui kafe modern dan pusat perbelanjaan seperti mall. Masyarakat yang ada disana lebih memilih untuk berkumpul bareng dan sekaligus menghabiskan waktu kosongnya.

Nama Kong Djie sendiri berasal dari pendirnya, Hongkoung Djie , seorang warga keturua China yang berasal dari Oukau Bangka dan telah lama membuka kedia kopi sejak tahun 1943 sillam di Buluh Tubang, Tanjungpanda. Namun untuk saat ini telah banyak bahkan sampai ratusan cabangnya yang dibuka berdasakan waralaba. Mereka juga memakai belending kopi khusus yang sudah racik khusu oleh generasi keempat yang sekaligus menjadi penerusmny

Salah satu dai sekian banyaknya kopi King Djie , pada awalnya hanyalah kedai kopi yang sederhana dan terletak di sudut pinggir jalan, akan tetapi saat ini telah semakin berkembanfg pesat dan memilih lebih dari 200 cabangnya di Indonesia. Namun yang menakjubkannya lagi, disetiap cabang Kong Djie sama sekali ta pernah sepi pengunjung setiap harinya.

Salah satunya cabang kedai kopi Kong Djie yang ada di wilayah Sijuk, Tanjunpandan. Lokasinya lebih luas dari kedai kopi Kong Djie yang pertama. Cabang ini buka selama 24 jam, menyediakan beragam jenis racikan kopi hingga kudapan hangat untuk teman ngopi.

“Kong Djie ini punya cabang sudah lebih dari 200, ini cabang kesekian yang ada di kota Bangka Belitung. Sudah beroperasi selama 3 tahun,” tutur Vivi selaku pemilik Kong Djie cabang Sijuk, (06/12).

Menurut Vivi, Kong Djie memiliki racikan kopi yang membedakannya dengan kedai kopi lain di Bangka Belitung. Di sini segelas kopi susu, diracik menggunakan kopi robusta dan arabika sehingga rasa kopi lebih pekat dan kental.

“Karena di Bangka tidak ada kebun kopi. Jadi kami datangkan biji kopi dari wilayah lain. Tapi yang jadi ciri khasnya karena kopi ini menggunakan campuran robusta dan arabika, lalu diseduh secara manual dan menggunakan teknik tradisional,” lanjut Vivi.

Untuk menu andalan disini ada Kopi O, yaitu kopi hitam. Rasanya sedikit pahit, dengan warna pekat, dan kental. Ada juga kopi susu, yang menggunakan susu kental manis. Biasanya masyarakat lokal di sini, paling sering pesan kopi susu dan singkong goreng yang digoreng hingga garing.

“Selain menu kopi susu yang jadi andalan di Kong Djie sejak dulu. Biasanya disantap dengan pisang goreng, roti bakar, hingga singkong goreng,” ungkap Vivi. Menurutnya jam yang paling ramai adalah di malam hari. Sekitar jam 11 malam, warung kopi ini akan dipenuhi oleh masyarakat lokal hingga wisatawan yang ingin mencicipi kopi susu di sini.

Tidak hanya menu kopinya saja, tapi roti bakarnya juga tak kalah enak. Dengan paduan meisjes dan keju. Lalu ada pisang goreng renyah, yang menggunakan pisang kepok, hingga mie instan yang jadi menu populer pelengkap kopi di malam hari.

Untuk kisaran harganya, kopi dan makanan di sini terbilang terjangkau. Untuk satu gelas kopi susu panas dan aneka makanan, kisaran harganya dari Rp. 8.000,- hingga Rp. 15.000,-.

Kalau mau coba racik kopi sendiri, Kong Djie juga menjual bubuk kopi berbagai ukuran yang cocok untuk dibawa menjadi oleh-oleh dari Bangka Belitung.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)