Pelaku Pemerkosaan Siswi SD Viral Di Media Sosial

Pelaku Pemerkosaan Siswi SD Viral Di Media Sosial

Pelaku Pemerkosaan Siswi SD Viral Di Media Sosial

Berita Viral – Seorang pelaku tindakan kejahatan seksual atau pemerkosaan siswi Sekolah Dasar (SD) baru saja tertangkap di Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penangkapan pria tersebut pun kini sedang viral dimana-mana terutama di media sosial.

Pelaku yang diketahui berusia 33 tahun berinisial “Bs” sebelumnya sempat kabur usai melampiaskan hawa nafsunya terhadap bocah SD. Dikarenakan viralnya kasus pemerkosaan anak dibawah umur itu, tentu hal ini mengundang perhatian pihak kepolisian.

Usai melakukan penyelidikan langsung, tim gabungan Polsek Belinyu dan Polsek Air Gegas berhasil menangkap sang pelaku pemerkosaan dengan nama berinisial BS (33) tahun. BS ditangkap pihak kepolisian tepat di camp Tambang Ikonvensional (TI) di Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan, pada hari Sabtu (8/12/2018) siang kemarin.

Tentu proses penangkapan pelaku BS mengundang banyak perhatian warga lokal dan seluruh penambang setempat.

Sebelum penangkapan, foto yang memperlihatkan BS yang disebutkan sebagai pelaku pemerkosaan anak dibawah umur sempat menjadi viral di media sosial dan sejumlah grup WhatsAPP (WA).

Setelah diinterogasi, pelaku dibawak ke Polsek Air Gegas sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak Polsek Belinyu. Kapolsek Air Gegas IPTU Amri membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku pemerkosaan anak di bawah umur tersebut. Diakui Amri, pelaku ditangkap di lokasi Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan.

Akan tetapi Amri, belum bisa memberikan keterangan lebih detail, mengingat delik hukum dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melibatkan BS terjadi di wilayah hukum Polsek Belinyu.

“Dalam hal ini kami (Polsek Air Gegas) hanya membackup penangkapan. Delik dan TKP pelaku yang kami amankan di wilayah Belinyu. Pelaku ditangkap di Desa Bencah. Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut silahkan berkordinasi dengan Polsek Belinyu, karena sudah kami limpahkan,” ujar Amri kepada bangkapos.com.

Sebelumnya, sebuah postingan di media sosial (medsos) membuat masyarakat Kecamatan Belinyu, heboh. Di postingan ini disebutkan, seorang bocah perempuan diperkosa. Pelakunya, kabur mengendarai sepeda motor, dan dalam pencarian polisi.

Pelaku Pemerkosaan Siswi SD Viral Di Media Sosial

Kabag Ops Polres Bangka Kompol S Sophian awalnya, Jumat (7/12/2018) malam, mengaku belum mendapat kabar pasti. Alasan Sophian, ia masih akan terlebih dahulu mengecek informasi ini ke Polsek Belinyu.

Satu jam kemudian, Jumat (7/12/2018) sekitar Pukul 22.08 WIB, Sophian akhirnya memastikan, kasus yang dimaksudkan dalam postingan viral tersebut, memang benar adanya. Sophian mengatakan peristiwa pemerkosaan terjadi pada Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 13.00 WIB di pondok kebun Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

“Korban (sebut saja namanya Bunga), perempuan berusia sebelas tahun, pelajar SD yang tinggal di camp atau pondok (sebuah pantai) di Kecamatan Belinyu Bangka.

“Sedangkan tersangka seorang laki-laki berinisial BS, usia 33 tahun, buruh harian, yang juga tinggal di camp atau pondok di sebuah pantai dekat dengan domisili korban,” kata Sophian.

Kronologis kejadian bermula saat pelaku mengajak korban main ke pusat Kota Belinyu naik sepeda motor karena alasan untuk makan bakso dan gunting rambut. Kemudian korban mengajak adik perempuan berusia enam tahun ikut serta ke pusat Kota Belinyu.

Namun saat dalam perjalanan, pelaku mengalihkan arah. Sepeda motor bukan menuju pusat kota Belinyu, melainkan menuju sebuah dusun di Kecamatan Belinyu.

“Saat di sana (Kumpai) turun hujan, pelaku mengajak korban dan adiknya untuk berteduh di pondok kosong,” kata Sophian, mengutip pengakuan korban pada Polsek Belinyu.

Setelah hujan reda, pelaku mengajak korban dan adiknya melanjutkan perjalanan. Namun hujan turun lagi sehingga pelaku mengajak korban dan adik korban kembali lagi ke pondok kosong tadi.

“Saat di pondok kosong tersebut, pelaku tiba-tiba memukul pelipis korban sebelah kanan yang mengakibatkan korban menjadi pusing.

“Lalu pelaku menarik korban ke dalam pondok dan memaksa korban untuk melakukan persetubuhan,” kata Sophian.

Setelah itu, pelaku melarikan diri mengendarai sepeda motor dan meninggalkan korban serta adik korban di pondok kosong tersebut. Korban dan adiknya berjalan ke arah jalan raya, untuk meminta bantuan kepada warga yang melintas.

“Warga kemudian membawa korban dan adiknya ke Ketua RT setempat. Selanjutnya Pak RT dan warga membawa korban dan adik korban ke Polsek Belinyu untuk melaporkan hal tersebut,” kata Sophian.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)