Pulau Mahoro, Surga Tersembunyi Di Ujung Sulawesi Utara

Pulau Mahoro, Surga Tersembunyi Di Ujung Sulawesi Utara

Pulau Mahoro, Surga Tersembunyi Di Ujung Sulawesi Utara

Travel World – Mungkin banyak orang yang cuman mengenali Taman Laut Bunaken sebagai surganya alam di Sulawesi Utara dan Danau Linow yang memiliki air tiga warna. Akan tetapi masih banyak para wisatawan alam yang mengenal dekat Pulau Mahoro di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Sebagai informasi, Pulau Mahoro merupakan sebuah pulau kecil dan punya pemandangan indah yang pastinya membuat mata tak pernah bosan memandang. Lokasi destinasi alam satu ini berada di Kecamatan Siau Timur Selatan, Sitaro. Pulau tersebut juga tak dihuni oleh penduduk lokal, akan tetapi keidahannya sungguh luar biasa.

Apabila ingin berkunjung kesana, perlu menghabiskan waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan jasa sewa perahu senilai Rp750 ribu dari Pelabuhan Ulu Siau, Pulau Siau.

Bagi wisatawan luar daerah, saat tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado dapat langsung naik kendaraan sekitar 30 menit menuju Pelabuhan Manado. Kemudian lanjut naik kapal cepat dengan taroi Rp250 ribu. Anda membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam untuk sampai di Pulau Siau.

Karena Pulau Mahoro tidak berpenghuni, sehingga tidak ada perahu yang singgah ke pulau tersebut, kecuali perahu sewaan wisatawan. Lalu apa keistimewaan Pulau Mahoro untuk dikunjungi?

Pulau ini terkenal memiliki pasir putih di sepanjang bibir pantai dengan air yang jernih. Keindahan alam bawah lautnya juga banyak dinikmati pecinta diving. Dan karena makin banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke pulau ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus melakukan pengembangan.

Kita sedang menggenjot Pulau Mahoro untuk jadi surga wisata di Sulut,” kata Kadis Pariwisata Sitaro, Rabu 12 Desember 2018.

Ia mengatakan, keindahan Pulau Mahoro belum lama ini diganjar dengan penghargaan tingkat nasional dalam bidang pariwisata untuk kategori Surga Tersembunyi Terpopuler tahun 2018.

“Pulau Mahoro membuat Sitaro mendapat penghargaan dari Anugerah Pesona Indonesia (API) untuk kategori Surga Tersembunyi. Penghargaan ini menjadi sarana promosi destinasi wisata yang lain,” ujar Eddy.

Jika menelusuri Pulau Mahoro, pengunjung tidak hanya akan menjumpai pantai dan panorama bawah laut yang indah, tetapi juga peninggalan sejarah berupa benteng Portugis. Pulau ini berada dalam kumpulan pulau-pulau kecil dalam klaster Buhias. Klaster ini merupakan kumpulan dari rangkaian beberapa pulau yang seolah tercampakan di lautan yang mengepungnya.

Beberapa pulau memang menjadi tempat kehidupan masyarakat, seperti Pulau Buhias, Pulau Pahepa, Pulau Tapile. Namun beberapa pulau kecil lainnya hanya menjadi tempat singgah nelayan.

Berada pada garis paling luar peta Sitaro, dalam perjalanan menuju Pulau Mahoro dengan perahu, pengunjung akan disuguhkan pemandangan pulau-pulau batu nan cantik. Setiba di lokasi, pengunjung akan menjumpai goa sarang burung walet yang juga menjadi salah satu daya tarik Pulau Mahoro.

Setelah melihat goa, mata pengunjung juga akan dimanjakan dengan eksotisme pasir putih yang sangat cantik dan hamparan karang di dangkalnya air. Hamparan karang ini memberi warna hijau pada air laut di sekitar Pulau Mahoro.

Jika sudah puas dengan bermain air di pantai putih bersih, pengunjung bisa menelusuri bukit di Pulau Mahoro. Sekitar 45 menit naik hingga puncak bukit, akan tampak pemandangan yang luar biasa. Pengunjung bisa melihat pulau-pulau yang indah dari atas bukit tersebut.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)