Puthu, Kuliner Ekstrem Gunungkidul Di Musim Hujan

Puthu, Kuliner Ekstrem Gunungkidul Di Musim Hujan

Puthu, Kuliner Ekstrem Gunungkidul Di Musim Hujan

Kuliner – Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai tempat yang tersedia banyak tempat wisata alam, selain itu tempat ini juga menyajikan berbagai macam kuliner ekstrem. Contohnya seperti jangkrik, belalang, kelelawar dan juga kepompong. Selain itu, ternyata masih ada satu jenis makanan ekstrem lainnya yang harus dicoba, yaitu puthu.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu puthu. Puthu merupakan salah satu jenis kumbang yang biasanya muncul diawal musim penghujan, serangga yang satu ini juga telah dijadikan sebagai makanan alternatif. Hewan ini biasanya cuman muncul ketika malam hari dan bersembunyi dibalik dedaunan. Namun para warga sekitar pun sering memburu puthu dan dijadikan sebagai lauk.

Meskipun dilihat begitu menjijikan bagi orang-orang yang belum pernah mencobanya, akan tetapi citra rasa puthu tak kalah lezat dari belalang. Bahkan serangga ini lebih empuk dan sangat nikmat jika disajikan dengan bumbu bacem goreng.

Suharni, salah satu warga di desa Ngawu, Kecamatan Playen menuturkan, dirinya setiap habis maghrib berusaha berburu puthul. Setiap satu kilogram, dia masak dan dijual dengan harga Rp60 ribu. “Mencarinya juga mudah. Hanya saja munculnya di awal musim hujan saja. Nanti hilang juga,” tuturnya kepada wartawan, Jumat (23/11).

Dengan munculnya puthul, kata Suharni, dirinya bisa meraup keuntungan yang lumayan besar. “Saya pernah jual sampai dua kilogram. Kadang satu kilogram,” ungkapnya.

Diakuinya, setiap kali berburu puthul, dirinya menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Hasil berburu puthul ini tidak hanya dijual oleh Suharni, namun juga untuk lauk yang disantap bersama tiga anak laki-lakinya.

Sementara itu, pengamat pertanian di Gunungkidul, Supriyadi menerangkan, puthul merupakan hama yang mengganggu tanaman pertanian. Hewan ini ketika masih menjadi larva sering menyerang akar tanaman padi yang disebut uret. Puthul memiliki nama latin Phyllophaga Hellery, merupakan famili Scarabaeidae, sub famili Melolonthinae dari Ordo Coleoptera.

“Puthul akan bertelur di dalam tanah. Lalu menetas menjadi uret bersamaan dengan perkembangan padi. Uret berkembang baik yaitu di tempat yang banyak mengandung bahan organik. Setelah itu, uret masuk ke dalam tanah, dan lamanya uret di dalam tanah sekitar 4-6 bulan. Lalu muncullah puthul,” ucapnya.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)