Sambal Ganja Di Festival Makan Pedazz Semarang

Sambal Ganja Di Festival Makan Pedazz Semarang

Sambal Ganja Di Festival Makan Pedazz Semarang

Kuliner – Untuk yang ketiga kalinya, festival makan pedazz kembali digelar di halaman parkir Sri Ratu tepatnya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bagi para pecinta kuliner pedas, tempat ini menyediakan berbagai jenis makanan pedas yang bakal membuat bibir pencicipnya menjadi Bimoli (Bibir Moncong Lima Inchi).

Bagi anda yang suka merasakan makanan pedas, dalam kesempatan ini sangat tepat untuk nyobain kuliner yang telah disediakan, harga yang ditawarkan pun cukup lah terjangkau. Kegiatan tersebut dimulai sejak hari Selasa (27/11/2018) kemarin hingga Minggu (2/12/2018).

Seorang wisatawan ikut merasakan salah satu menu baru yang terbilan unik di Festival Makanan Pedazz itu, yakni sambal ganja. Sambal buatan kedai di Makwen ini menawarkan cita rasa yang menggugah lidah. Menyantap sambal ganja seperti membuat ketagihan.

Sambal ganja diadopsi dari cita rasa Asam Udueng di Aceh. Rasa Asam Udueng yang ciamik kemudian diwujudkan lewat sambal ganja. Pemilik kedai Makwen, Arif Aria, menjelaskan sambal ganja bukan adonan sambal dan ganja. Sambal ganja merupakan istilah makanan yang membuat orang ketagihan.

“Ganja itu yang membuat ketagihan. Makanya saya buat itu sambal ganja. Kebetulan pernah ngerasakan rasa sambal, lalu inovasi buat sambal ini,” kata Arif, Rabu (28/11/2018).

Untuk membuat sambal ganja, bumbu yang dibutuhkan amat sederhana. Untuk pembuatan sambal, cabai, bawang merah, bawang putih menjadi hal wajib. Lalu ada tambahan serai, daun jeruk, asam, terasi, belimbing wuluh dan udang. Sebagian bahan pembuatan sambal digoreng, namun sebagian lain dibiarkan tetap adanya.

“Brambang gak boleh digoreng, kalau digoreng cita rasanya sudah berbeda. Kemudian daun jeruk itu dikasih pas terkahir,” katanya.

Selain di pameran, sambal ganja ternyata setiap hari dibuat di kedainya di wilayah Indraprasta, Semarang. Sambal Ganja dipadukan dengan Ayam Kalasan lalu diberi irisan timun dan daun kemangi.

Ketua Komunitas Kuliner Semarang, Firdaus Adinegoro, menjelaskan Festival Makanan Pedazz diikuti oleh 60 stand yang umumnya berasal dari makanan rumahan. Antusiasme pengunjung terlihat amat tinggi terutama ketika siang hari. Di sela kegiatan itu, pengelola juga menggelar berbagai lomba menyantap makanan.

“Festival juga ada beragam sambal unik. Misal sambal babad dibuat kemasan dinikmati di rumah, paru mercon dan itu bisa tahan sebulan,” ucapnya.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)