Sensai Citra Rasa Cendol Hitam Khas Blitar

Sensai Citra Rasa Cendol Hitam Khas Blitar

Sensai Citra Rasa Cendol Hitam Khas Blitar

Kuliner – Kita semua pasti tau kan, dawet ataupun cendol pada umumnya bewarna hijau mudah. Namun berbeda dengan warga asal Blitar, mereka malag membuat dawet bewarna hitam legam. Lantas bagaimana ya rasanya itu?

Meskipun hanya berbeda warna dan terlihat kurang segar, namun soal rasa dawet hitam ini ternyata segar, gurih dan juga kenyal loh. Maka dari itu, dalam perharinya saja Siti Masitoh dapat menjual sebanyak 100 mangkuk dawet hitam.

Bu Siri, salah satu warga Desa Tingal, Kecamatan Garum ini memang sengaja mencari sensasi yang berbeda. Menurut pandangannya, membuka usaha kuliner baru itu harus bisa mencuri perhatian orang.

“Cari sensasi memang sengaja. Soalnya kalau jualan dawet itu sudah lumrah warnanya hijau atau merah. Nah ini saya jual dawet warnanya hitam. Berani beda penampilan dan rasa,” kata Siti saat ditemui di warungnya, Selasa (11/12/2018).

Warung yang terletak di Jalan Raya Pojok Garum ini memang tampilannya mencolok. Dengan konsep tradisional, ornamen bambu dipadu kayu menjadi daya tarik orang yang lewat. Apalagi, dawet ditaruh dalam kuali tanah liat berukuran besar.

Siti juga terbuka menceritakan bagaimana proses pembuatan dawet hitam itu. Yang jelas, bahannya dari tepung sagu dan warna hitamnya dari daun pisang kering atau klaras dalam istilah Jawa.

“Klaras itu dibakar lalu dihaluskan. Arang yang halus dicampur dengan adonan tepung sagu untuk bikin jenang. Seperti umumnya orang bikin jenang kok, gak ada bedanya. Hanya kalau saya pakai klaras itu,” ungkapnya.

Cetakan dawet hitam, juga lebih besar lubangnya sehingga butirannya lebih besar. Sehingga warna hitam pekat pada dawet menjadi berkilau ketika disiram santan kelapa yang putih. Lalu apa yang membuat tekstur dawet hitam bisa lebih kenyal?

“Orang sini kalau bikin dawet biasanya bahannya tepung beras. Mungkin karena ini dari tepung sagu jadi lebih kenyal dan gurih,” imbuh wanita berusia 27 tahun itu.

Arang klaras, menurut Siti, juga bisa menambah kekenyalan dawet dan meninggalkan aroma yang khas pada dawet bikinannya. Tak pelak, usaha yang dirintis sejak tahun 2015 ini semakin ramai pembelinya.

“Awalnya penasaran. Sekalinya nyoba, eh ketagihan. Soalnya selain segar, kenyalnya dawet ini mengeyangkan. Cocok buat diet kalau siang,” ucap pelanggan Mei .

Siti tak berhenti berinovasi. Dawet disajikan dalam mangkuk dari tanah liat, kesannya tradisional klasik. Dawet hitam dijual dengan berbagai varian bahan tambahan. Ada kacang hijau, serabi dan alpukat.

Untuk semangkuk dawet origin tanpa tambahan dijual seharga Rp 4000. Jika ditambah satu diantara ketiga bahan itu atau semuanya, harganya dibanderol Rp 5000 per mangkuk.

Please follow and like us:

Enjoy this blog? Please spread the word :)