pemerkosaan

Terungkap, Mahasiswi UGM Diperkosa Ketika KKN di Pulau Seram Oleh Temannya Sendiri

Terungkap, Mahasiswi UGM Diperkosa Ketika KKN di Pulau Seram Oleh Temannya Sendiri

Trending Viral – Salah satu mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berinisial AN iduga telah menjadi korban pemerkosaan atau korabn tindak asusila oleh temannya sendiri yang berinisial HS ketika melakukan KKN di Pulau Seram. Maluku pada tahun 2017. Tentu piahk UGM akan mengambil langkah tegas untuk kasus ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani menjelaskan sebelum berita ini menjalar ke media massa, sebenarnya pihak UGM sudah melakukan investigasi atas Surat Keputusan Rektor UGM Panut Mulyono. Tim mulai bekerja pada bulan April hingga Juli 2018 dengan mendatangi langsung lokasi dan melakukan penyelidikan.

Dari hasil investigasi di lokasi KKN berlangsung, tim menyodorkan beberpaa rekomendasi dan rekomendasi itu sendiri berdasarkan persetujuan pelaku dan penyitas. Tim investigasi juga telah memberikan rekoemndasi kepada pimpinan universitas dan suha dijalankan.

“Rekomendasinya di antaranya adalah evaluasi nilai KKN, penjatuhan hukuman, dan mengikuti konseling psikologi,” katanya, seperti dikutip dari Harian Jogja, Rabu (7/11/2018).

Salah satu rekomendasi adalah memperbaiki nilai KKN korban yang sempat ditulis C karena terlibat kasus ini. Nilai akan diperbaiki menjadi A atau B.

Atas kesepakatan bersama pelaku dan korban, pada awalnya UGM mengira permasalahan sudah selesai. Namun akhir-akhir ini mencuat setelah Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung merilis tulisan berjudul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan. Tulisan ini menceritakan kasus AN dan HS.

Dalam tulisan tersebut Tim BPPM Balairung mengaku sudah berhasil mewawancarai salah satu pejabat Depatemen Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM). Dari sini tim berhasil menemukan fakta bahwa kejadian yag sembat menjadi perbincangan panas bulan Desember 2017 tersebut benar adanya.

“Kalau disebut benar (ada perkosaan), ya benar ada. Tapi itu sudah saya tarik langsung (terlapor) dan sudah ada hukumannya,” kata pejabat DPKM mengutip Balairungpress, Selasa 6 November 2018 kemarin.

Lantas Iva pun menanggapi pemberitaan tersebut dan UGM berempati kepada korban yang sedang mengupayakan agar yang bersangkutan mendapatkan keadilan.

“Sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan ini, UGM telah dan terus mengupayakan agar penyintas (korban) mendapat perlindungan dan keadilan,” ungkap Iva.

“Jika terbukti melakukan tindak pidana pasti akan ada sanksi tegas secara akademik,” tegasnya.

Iva juga mengatakan bahwa UGM akan mengambil langkah tegas untuk menegakan keadilan.

“UGM pasti akan membantu korban mendapatkan keadilan,” tuntas dia.

Baca Juga :

Please follow and like us:
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)