Travel Asal Malaysia Semakin Banyak, Danau Toba Genjot Sertifikasi Halal

Travel Asal Malaysia Semakin Banyak, Danau Toba Genjot Sertifikasi Halal

Travel Asal Malaysia Semakin Banyak, Danau Toba Genjot Sertifikasi Halal

Travel Word – Selama beberapa hari ini, Danau Toba semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari negara tetangga, Malaysia. Hal itu mengingat semakin meningkatnya tingkat keterisian pesawat pada maskapai Malindo Air dan AirAsia oleh traveler Negeri Jiran.

“Saya mendapatkan laporan dari pihak maskapai di Silangit bahwa setiap hari Jumat wisatawan Malaysia datang dengan jumlah di atas ratusan,” kata Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Lokot Ahmad Enda, dikutip dari Merdeka.

Padahal, kata Lokot, jumlah traveler dari Malaysia rata-rata hanya sekitar 90 orang pada hari biasa.” Itu artinya pasar ini bertumbuh bagus,” kata dia.

Melihat banyaknya pengunjung asal Malaysia yang terus berdatangan, Lokot meminta para penduduk sekitar Danau Toba terutama penjual makanan ataupun restoran untuk memberikan sambutan hangat kepada setiap pengunjungnya. Namun yang paling diutamakan dan perlu digenjot adalah terbitnya sertifikasi halal.

“Karena pertanyaan orang Malaysia yang mayoritas Muslim, menanyakan hal tersebut. Restoran ini halal tidak? Mana tulisan halalnya?” ucap Lokot.

Menurut dia, sertifikasi halal sebuah restoran tidak hanya menjamin kehalalan dan kebersihan makanan yang disajikan. Lebih dari itu, menjadi legitimasi agar wisatawan bisa menikmati hidangan di suatu restoran.

“Makanan halal itu bukan hanya soal agama, tapi juga sudah menjadi gaya hidup di dunia ini. Jadi, sudah saatnya para pengusaha restoran di Danau Toba memikirkan hal ini,” tutur Lokot.

Selanjutnya, Lokot mengatakan Wisata Halal di Danau Toba semakin potensial untuk digarap mengingat banyaknya wisatawan Muslim Malaysia. Selain itu, Wisata Halal juga menjadi kunci penguatan ekonomi.

“Di sisi lain, Wisata Halal juga menghadapi berbagai tantangan. Terutama dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata,” kata dia.

Keberadaan sertifikasi halal di bidang wisata tidak bisa berdiri sendiri. Hal ini merupakan bagian dari keseluruhan industri halal, mencakup sektor finansial dan pembiayaan.

” Destinasi Danau Toba secara pararel harus mempersiapkan ini. Karena indahnya Danau Toba tidak dimiliki negara-negara Timur Tengah yang mayoritas Muslim. Kita bisa memulainya dari wisatawan Malaysia ini,” tutur Lokok.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)