Vihara Patung Seribu Wajah Di Tanjungpinang Yang Menakjubkan

Vihara Patung Seribu Wajah Di Tanjungpinang Yang Menakjubkan

Vihara Patung Seribu Wajah Di Tanjungpinang Yang Menakjubkan

Travel World – Tanjungpinang merupakan ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau. Ketika berkunjung kesana, banyak tempat religi yang bisa dilihat mulai dari gereja, masjid dan vihara. Di daerah ini, terdapan satu vihar yang terbilang cukup unik.

Vihara itu diberinama Ksitigarbha Budhisattva, vihara ini juga dikenal dengan sebutan Vihara Patung Seribu. Vihara ini dibangun pada tahun 2010 silam dan baru saja diresmikan pada bulan Februari 2017 lalu oleh Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

Jika dilihat dari penampilan luarnya, tampak terlihat cukup megah dengan adanya gapura batu beraksen Tiongkok. Di bagian depannya, berdiri tegak satu patung berukuran besar. Tembok dibagian belakangnya dibuat mirip seperti benteng. Di atasnya terdapat pagoda yang beraksen Tiongkok.

Waktu berjalan ke balik tembok serta masuk melalui lorong, pasti para pengunjung bakal merasa takjub. Mata pengunjung langsung melihat beberapa ratus patung murid Buddha atau Arahat yang berjajar rapi. Arahat ialah orang yang telah sampai tingkat kesucian spritual paling tinggi untuk ikuti agama Buddha.

Uniknya, patung-patung itu tampilkan ekspresi serta baju yang berlainan. Walau namanya “Vihara Patung Seribu”, akan tetapi, jumlahnya patungnya tidak genap seribu.

“Ada patung lima ratus louhan (biksu) atau seribu kelak yang gagasannya akan ditambahkan,” tutur Sapril Sembiring, pemandu wisata Kota Tanjungpinang.

Sapril menjelaskan jika vihara ini dibuat dengan gotong-royong oleh komune Tionghoa dalam sepuluh tahun paling akhir. Bahkan juga, patung-patung bersama ornamennya spesial dihadirkan dari Tiongkok.

Peluang, Tanjungpinang dipandang tempat yang strategis menjadi arah wisata sebab bersebelahan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

“Saya dengar jika yang mendonasi (komune Tionghoa) dari Singapura serta Malaysia ikut,” kata Sapril.

Cost itu adalah kebijaksanaan pengelola untuk cost kebersihan. Akan tetapi, cost itu sepadan dengan panorama yang dapat di nikmati. Patung-patung itu jadi objek berfoto yang begitu bagus.

Bicara mengenai vihara di Tanjungpinang, ada kembali tempat beribadah umat Buddha yang tidak kalah menarik. Di daerah Senggarang, Tanjungpinang, ada satu vihara kecil yang temboknya menyatu dengan akar pohon beringin. Namanya vihara Tao Sa Kong.

Vihara itu ada di tengahnya perkampungan masyarakat. Sebagian besar penduduknya berdarah kombinasi Tionghoa. Salah satunya masyarakat ditempat bernama Haili mengatakan jika dahulu banyak pendatang dari etnis Tionghoa ke kampung mereka, lalu menikah dengan masyarakat ditempat.

Haili sendiri adalah keturunan Tionghoa ke-3. Vihara ini awalnya adalah rumah kapiten asal Tiongkok, Chiao Chen, yang dibuat pada 1811. Sesudah dibiarkan, baru digunakan menjadi tempat melaksanakan ibadah oleh penduduk ditempat.

Lilitan akar pohon beringin pada bangunan ini seakan pemberi tanda jika umur vihara ini cukuplah tua, seputar 200 tahun.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)