Viral, Ada Rumah Batu Patrick SpongeBob Di Wonogiri

Viral, Ada Rumah Batu Patrick SpongeBob Di Wonogiri

Viral, Ada Rumah Batu Patrick SpongeBob Di Wonogiri

Berita Viral – Beberapa hari ini, dunia maya sempat dihebohkan dengan adanya rumah batu yang menyerupai salah satu tempat tinggal tokoh di film animasi SpongeBob, yaitu Patrick. Rumah unik itu terletak di Dusun Mujing, Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Rumah batu yang diketahui milik Sutini itu jadi viral usai diposting di media sosial. Foto bentuk rumah batu tersebut diletakan didalam grup facebook Kabar Wonogiri. Sejak diposting pada akhir bulan November 2018 kemarin, foto-foto rumah batu tersebut pun telah lebih dari 1.721 dibagikan oleh pengguna lainnya.

Meskipun baru-baru ini mulai ramai dikunjungi, fakta sebenarnya dari rumah batu yang ditempati oleh Sutini ternyata sudah dibangun sejak 16 tahun yang lalu. Loso, suami Sutini mengaku bahwa dirinya membangun rumah batu itu dengan konstruksi dinding dan atapnya ia semen pada tahun 2002 silam.

Ia juga mengaku tak butuh waktu yang panjang menyelesaikan rumahnya itu dengan luas 9×9 meter, dua lantai. Rumah yang sengaja ia desain mirip seperti batu itu dibangun selama enam bulan pengerjaan bersama 5 lima tukan glainnya.

“Pembangunan rumah batu itu sekitar tahun 2002 setelah setahun saya lulus STM. Rumah itu dibangun lima orang dan dikerjakan selama enam bulan dengan biaya sekitar seratusan juta rupiah. Saat ini yang tinggal di rumah batu ibu dan nenek saya,” ungkap Nurwono, putra sulung Sutini kepada Kamis ( 5/12/2018).

Nurwono menceritakan pembangunan rumah batu itu tidak terinspirasi dari film apapun. Saat itu, bapaknya membangun rumah batu lantaran pekerjaanya yang sering membangun rumah dan taman.

“Jadi inspirasi pembuatan rumah batu tidak ada kaitannya dengan film. Karena saat itu belum ada film SpongeBob. Pembangunan rumah itu berawal dari keinginan bapak saya yang suka membuat taman. Taman itu biasanya ada batu-batu bulatnya. Lalu tercetus ide bapak saya kalau batu itu dibuat rumah itu jadinya seperti apa,” kata Nurwono.

Tak hanya itu, bapaknya memilik karakter membangun rumah dan taman tidak mau seperti yang sudah dibuat orang lain. “Bapak saya sukanya yang nyeleneh. Makanya bapak saya membuat rumah batu,” ujar Nurwono.

Meski berbentuk batu, kondisi ruang di dalam rumah batu tidak panas pada siang hari. Justru, ruang di dalam rumah terasa panas pada malam hari.

“Siang hari rumahnya kena matahari panas imbasnya ke malam. Sementara kalau malam cuaca di luar dingin sehingga saat siang di dalam rumah malah tidak panas,” jelas Nurwono.

Tak hanya itu, kondisi di dalam rumah batu tidak pengap. Banyak dibuat jendela di berbagai titik rumah agar sirkulasi udara bisa berjalan baik. Sementara, lantai satu rumah batu itu model kamar dan ruang tamu disekat-sekat dengan lemari. Sementara lantai dua dibiarkan kosong.

Setelah viral di media sosial, setiap hari rumah batu milik ibunya dikunjungi 300-an orang. Kebanyakan orang yang datang penasaran dengan bentuk rumah dan ingin melihat secara langsung.

“Pengunjung masuk ke rumah sampai ke lantai dua untuk foto-foto dan swafoto. Ada yang dibuat dokumen pribadi dengan pengambilan gambar video. Tetapi kami malah senang mendapatkan kunjungan dari banyak orang,” jelas Nurwono.

Perasaannya, setelah rumah batu keluarganya viral di media sosial, keluarga Sutini merasa bangga dan senang. Setidaknya rumah karya bapaknya itu bisa menginspirasi banyak orang.

“Saat datang ke rumah, banyak yang bilang mau buat rumah batu. Tetapi soal realisasinya benar atau tidak saya tidak tahu,” ungkap Nurwono.

Kendati berbentuk unik, rumah batu juga memiliki fungsi sosial. Saat gempa dan bencana longsor tiba, banyak tetangga yang mengungsi di rumah batu. “Para tetangga merasa aman kalau tinggal di rumah. Karena rumah itu tidak akan roboh,” demikian pungkas Nurwono.

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)