Vlogger Korea Ini Perlihatkan Cara Masak Mi Dengan Bahas Jawa

Vlogger Korea Ini Perlihatkan Cara Masak Mi Dengan Bahasa Jawa

Vlogger Korea Ini Perlihatkan Cara Masak Mi Dengan Bahasa Jawa

Youtubers – Jang Hansol berusia 24 tahun, merupakan seorang vlogger asal Korea Selatan ini semakin terkenal karena ia kerap sekali mengunggah video uniknya mengenai kehidupannya. Namun yang lebih unik lagi, dalam aksinya itu Jang Hansol memakasi bahas Jawa yang masih fasih.

Hansol sendiri memang fasih dalam berbahasa Jawa dan Indonesia, namum ia selalu aktif disitus berbagai video YouTube sejak tahun 2016 lalu dengan menggunakan nama akuunya Korea Reomit.

Namun untuk aksinya kali ini, ia membuat video mengenai teknologi di Korea Selatan yang digunakan untuk memasak mi. Video tersebut ia unggah pada tanggal 12 November 2018 kemarin. Teknologi yang Hansol gunakan pun cukup terkenal di Korea Selatan dan tak memerlukan waktu yang lama dalam pembutannya.

Hal itulah sebagai alasan Hansol untuk mengunggah videonya. Ia ingin memperkenalkan teknologi itu kepada warganet dengan menggunakan bahasa Indonesia melalui YouTube.

“Mi instan yang akhir-akhir ini trending, sebenarnya merupakan cara masak mi yang memang unik tetapi sudah cukup lama ada di Korea Selatan, tepatnya di daerah Sungai Han,” ujar pria lulusan RMIT University of Singapore itu.

Dalam video berdurasi 11 menit 13 detik, Jang Hansol memperlihatkan bagaimana dirinya memamerkan cara memasak mi instan yang canggih. Awalnya, ia membeli mi di supermarket seharga 4.500 won atau sekitar Rp 55.000. Supermarket ini terletak di dekat YeoUiNaru Station Exit 2, Yeongdongpo-gu, Seoul. Kemudian, Jang Hansol menuju ke alat pembuatan mi yang tak jauh dari supermarket.

Dilihat dari alat itu, terdapat beberapa cara untuk memasak mi instan. Pertama, buka bungkus mi, taruh pada mangkok yang tersedia dan tambahkan beberapa bumbu.

Kedua, tekan tombol paling kiri untuk memulai proses memasak. Pada tahap ini, akan muncul penanda waktu otomatis yang menandakan dimulainya proses memasak mi. Selanjutnya, muncul air panas dari alat dan akan berhenti secara otomatis, mi sedang melakukan proses memasak.

Sambil menunggu, pembeli mi juga bisa menambahkan topping lain dalam mi, seperti telur. Jika penanda waktu telah berhenti, aduk mi instan agar bumbu dan kuah tercampur dengan sempurna. Mi siap disantap.

“Mi instan ini cocok disantap ketika cuaca dingin, karena berkuah dan bikin badan hangat,” ujar Hansol.

Selain itu, di dekat alat masak mi itu, ada juga tempat sampah khusus yang digunakan untuk membuang bungkus mi. Untuk sumpit dan mangkok yang habis pakai bisa dibuang di tempat sampah terpisah. Sementara sisa kulit telur dibuang di tempat sampah organik.

 

Please follow and like us:
error
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)