Wanita Di Iran Akhirnya Dapat Menonton Pertandingan Sepak Bola Di Stadion

Wanita Di Iran Akhirnya Dapat Menonton Pertandingan Sepak Bola Di Stadion

Wanita Di Iran Akhirnya Dapat Menonton Pertandingan Sepak Bola Di Stadion

Berita Viral – Larangan wanita menonton di Stadion akhirnya berakhir setelah hampir empat puluh tahun berlaku di negara Iran. Ratusan wanita Iran diizinkan untuk menghadiri pertandingan sepak bola internasional di sebuah stadion di Teheran pada hari Sabtu, di mana mereka berhasil mengisi hampir satu persen dari kursi di Stadion Azadi.

Pada pertandingan hari Sabtu tersebut mempertandingkan tim Iran Persepolis melawan tim Jepang Kashima. Kaum konservatif Iran telah secara gigih menentang perempuan menonton pertandingan olahraga langsung, tetapi tekanan budaya telah terus-menerus dibangun melawan larangan tersebut.

Baca juga: Wanita Yang Kakinya Harus Diamputasi Ini Sekarang Menjadi Model

“Sudah waktunya untuk membiarkan wanita masuk,” kata Reza, 45, seorang pegawai negara yang sebenarnya mencoba mencari tiket untuk memasuki stadion.

“Kami sudah muak dengan begitu banyak tekanan ekonomi. Kita semua butuh udara segar,” katanya.

Reformis dan aktivis hak-hak wanita telah mendorong untuk membuka pintu ke stadion selama bertahun-tahun. Selain itu, tekanan dari badan-badan internasional yang mencari kepatuhan Iran dengan standar kesetaraan yang disyaratkan mereka memaksa pihak berwenang Iran untuk membiarkan setidaknya sekelompok kecil perempuan untuk masuk ke dalam stadion.

Praktik ini mengundang kritik luas oleh pengguna media sosial yang menuduh bahwa ada kelompok perempuan terpilih yang menghadiri stadion untuk memenuhi harapan internasional, sebuah tuduhan yang dibantah oleh pihak berwenang.

“Saya lebih suka menonton opera sabun yang tidak masuk akal daripada pertandingan Persepolis dan Kashima dengan cara memilih penonton ini,” tulis Samira Alampanah di Twitter-nya.

Menunggu di luar pintu sekitar tiga jam sebelum pertandingan, Yalda, 28, mengatakan “kami ingin masuk untuk Persepolis.”

Beberapa perempuan melaporkan, para pejabat di masing-masing gerbang tidak yakin tentang diperbolehkannya wanita untuk menghadiri atau menonton langsung distadion.

“Saya telah diberitahu sepuluh kali untuk pulang dan menonton pertandingan di TV, dan kemudian pejabat lain datang dan berkata ‘masih ada harapan,'” kata Mahsa Taheri, 27, seorang akuntan yang memutuskan untuk melewatkan satu hari di tempat kerja sekali dia mendengar bahwa perempuan diizinkan masuk.

Dalam sebuah catatan yang diterbitkan di situs FIFA, presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan itu adalah “hari bersejarah dan meriah untuk sepakbola, sebuah terobosan nyata.”

Infantino berterima kasih kepada Presiden Iran Hassan Rouhani karena membuka jalan bagi kehadiran perempuan di stadion.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)