matt lees

YouTuber Ini Depresi Karena Bekerja 20 Jam Setiap Harinya

YouTuber Ini Depresi Karena Bekerja 20 Jam Setiap Harinya

Trending youTuber – Menjadi seorang YouTuber merupakan keinginan banyak orang di dunia yang kini sudah dapat dianggap sebagai salah satu profesi. Hanya dengan membuat sebuah video atau vlog yang sesuai dengan passion masing – masing, uang akan berdatangan dari iklan yang dipasang dan sebagainya. Tentu mungkin banyak orang yang menganggap bahwa menjadi YouTuber merupakan pekerjaan yang mudah dan enak, namun haal tersebut sepertinya salah dan anda harus bepikir dua kali lipat untuk menjadi seorang YouTuber.

Belakngan ini pun bnayak YouTuber yang mengumumkan beristirahat sejenak membuat konten YouTube untuk para subscribernya. Alsan para YouTuber tersbut pun beragam mulai dari kelelahan, depresi, gangguan kecemasan, hingga sakit. Salah satunya YouTuber bernama Matt Lees.

“Apa yang dimulai sebagai pekerjaan paling menyenangkan lama-lama menjadi sesuatu yang terasa sangat suram dan sepi,” kata YouTuber, Matt Lees.

Matt Lees pertama kali menjadi sensasi viral di YouTube pada tahun 2013 silam. Ia berhasil viral akibat video kocaknya yang mengomentari peluncuran Playstation 4. Dalam video tersebut pun Lees berhasil mendapatkan jutaan views hanya dalam beberapa hari dan pada akhir tahun kemarin subscribernya pun meledak dari 1.000 menjadi 90.000.

Populartas yang dimiliki Lees berhasil membuat penulis yang juga merupakan idolanya tertarik dengan Less, Charlie Brooker yang telah mengajaknyya untuk menjadi penulis di program TV-nya. Untuk menyisihkan waktu antara naskah TV dengan channel YouTubenya, Less harus bekerja dalam 20 jam seharinya.

Lees merasa khawatir jika dalam sehari saja ia tak mengunggah video di akun YouTubenya karena ia khawatir dengan ranking video dan akun YouTubenya turun dari pencarian.

Setelah bekerja secara ekstrim selama satu bulan lamnya, Lees sangat nampak kurus, pucat dan selalu kelelahan. Konten yang ia unggah ke channel YouTubenya pun menjadi penuh amarah serta profokatif tetapi konten tersebut justru populer di kalangan subsribernya.

“Konten yang memecah belah adalah raja di media online saat ini, dan YouTube akan mempromosikan apa pun yang membuat orang kesal,” ujar Lees.

“Itu merupakan salah satu hal yang paling beracun: titik di mana kalian terlihat lelah adalah titik di mana algoritma paling mencintai kalian,” lanjutnya.

Ketika itu ia merasakan efek bekerja yang berlebihan berdampak untuk kesehatannya secara fisik dan mental. Akhirnya Lees pun menderita gejala tiroid dan mulai mengalami depresi yang lebih sering dan terus – menerus.

“Ketika bertemu ribuan orang yang memberikan umpan balik secara langsung terhadap pekerjaan kalian, kalian benar-benar merasakan ada sesuatu di pikiran kalian yang rusak,” pungkasnya.

Baca Juga :

Please follow and like us:
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)